2. Ghazwul Fikr.
25 Juli 2016\
Akhir-akhir ini tidak sedikit
serangan dilancarkan untuk membuat umat Islam lemah. Oleh
karena itu umat islam sendiri harus mengetahui keadaan yang mengancam
keberadaannya. Serangan dari berbagai pihak terutama pihak yang sangat
memusuhi Islam, Barat. Baik dari pemikiran, fisik, maupun wilayah teritori umat Islam
terus saja ditekan tanpa ampun untuk menyerah kepada mereka. Seakan tidak
pernah puas untuk membuat Islam menyerah dan mengikuti semua tujuan kelompok mereka dan menjadikan umat Islam menjadi budak nafsunya. Seolah-olah
lupa, mereka menghiraukan asas kemanusiaan yang mereka buat sendiri, HAM, ketika berhadapan dengan umat Islam.
Berbagai cara dibuat untuk
melemahkan kekuatan umat muslim di mata dunia ‘awam’ yang kini menjadi konsumen
utama produk konspirasi mereka. dengan adanya budaya tak selektif ketika
menerima suatu informasi, semakin mudah juga untuk meracuni pikiran mereka.
Apalagi sekarang ini dengan dunia informasi yang sangat canggih pada segala
pengetahuan entah itu benar atau tidak , bisa berada dalam genggaman. Keberhasilan
mereka membuat kesimpang siuran informasi ini seharusnya membuat kita lebih
teliti lagi akan apapun yang beredar di media.
Sebenarnya
apa yang dilakukan apa yang dilakukan mereka itu bukan tidak beralasan,
melainkan aktivitas yang membuat resah umat Islam itu dibuat karena banyak
faktor yang melatar belakangi. Menurut sejarahnya ada beberapa faktor kenapa
barat terus menekan umat Islam hingga nanti hari kiamat tiba. Faktor pertama yang menjadi
alasan adalah hanya umat Islamlah yang memiliki kitab suci yang bertentangan dengan apa yang di bawa bangsa barat dengan trinitasnya.
Seperti yang kita tahu bahwa umat Islam mempercayai bahwa hanya memiliki Tuhan
yang satu yang tidak bisa beranak dan tidak diperanakan (Q.S. Al-Ikhlas). Kedua ketika umat memiliki perbedaan pandang maka akan timbul kontak fisik berupa peperangan. Untuk itu banyak
yang akan menjadi korban jiwa berjatuhan selam semua itu terus berlanjut, dan
lagi-lagi akan menyalahi aturan yang mereka buat sendiri (baca: HAM). Ketiga batas wilayah tempat tinggal akan
menjadi sengketa dan saling diperebutkan sampai nanti kepuasan dari salah satu
pihak. Hal itu juga akan menambah panjang daftar pelanggaran kemanusiaan.
Dengan merenggut tempat tinggal apalagi yang akan mereka lakukan untuk
merenggut nyawa dari kita umat Islam yang selalu didesak ini. Keempat kenapa bangsa barat terus saja
membuat umat islam menjadi terdesak adalah karena sejarah pedih yang dimiliki
mereka ketika umat Islam mencapai kejayaan walaupun saati itu umat Islam juga
sangat memperhatikan keselamatan bagi mereka jika ada perjanjian damai
sebelumnya. Tidak seperti sekarang yang walaupun sudah terjadi gencatan senjata
tetapi dengan mudah mereka membatalkan dan melanjutkan aksi non-kemanusiaan
itu.
Perbedaan pendapat yang terjadi
di dunia ini tidak lepas dari sebuah dasar pemikiran – ideologis – yang menjadi
motif manusia untuk beraktivitas. Hal ini tidak hanya dalam ranah materialis atau perbendaan saja namun
lebih dari itu yaitu falsafah hidup.
Islam adalah agama yang
menjunjung tinggi falsafah ketuhanan dan mengakui ada kekuatan besar yang
mengatur semua yang ada di alam ini. Dengan kepercayaan yang kuat bahwa hanya
ada satu tuhan yang mengatur dunia ini dan akan hancur dan tidak seimbang jika
semua ini diatur beberapa pengatur. Dengan dasar ini sudah jelas terjadi
perbedaan yang mendasar dari agama lain yang mengatakan ada tiga yang satu.
Dasar itulah yang menjadikan Islam selalu berbeda dengan yang lain dan memang
menjadi pembeda dan pelengkap.
Perbedaan demi perbedaan akan
terus bermunculan dan akan mencapai puncaknya jika sudah dalam pertemuan.
Perang pemikiran – Ghazwul Fikr – telah menjadi pembicaraan hangat diantara
umat manusia sekarang ini bukan hanya dari golongan beragama namun juga dari
pihak yang mengklaim bahwa dirinya tak beragama juga memunculkan
pemikiran-pemikirannya yang meracuni. Perbedaan dasar pemikiran ini
lama-kelamaan menjadi sebuah pertarungan nyata dunia nyata maupun dunia maya.
Perkembangan pesat di media
informasi membuat perang pemikiran ini masuk dan menusuk sedikit demi sedikit
ideologis yang semula kuat menjadi semu jika tidak diimbangi dengan kajian yang
komprehensif. Untuk itu perlu penguatan proses pemikiran baik dari sendiri
maupun dari kelompok yang menjadi sebab semua itu bisa terjadi. Media yang
sudah tidak netral lagi menjadi musuh besar umat Islam dalam pengaburan isu
yang beredar. Juga terkait dengan sifat umat Islam sekarang apalagi umat Islam
Indonesia yang sampai sekarang bisa dibilang sebagai masyarakat yang gampang
terpengaruh dengan informasi melalui media.
Semua cara yang dilakukan musuh
Islam itu hanya semata-mata karena ketakutan mereka akan umat Islam jika balik
memiliki kejayaannya kembali. Karena sesungguhnya umat Islam pernah menjadi
pusat peradaban dunia sekitar abad pertengahan. Kejayaan itulah yang menjadikan
pihak lain untuk mencari tahu apakah penyebab dari perkembangan umat Islam yang
pesat pada saat itu. Pihak tersebut melihat Islam sebagai peradaban yang sangat
maju pada zamannya. Dengan mempelajari semua sistem yang ada dalam upaya untuk
menerapkan kembali di bangsanya sendiri. Pergerakan ini bisa kita sebut dengan
gerakan orientalisme yang sebenarnya tujuan utama mereka adalah untuk memenuhi
kebutuhan orang-orang imperialis barat. Dalam buku “Orientalisme” karangan
Edward Wadie Said, seseorang yang memiliki ironi kehidupan dengan latar
belakang yang paradox. Edward mengemukakan kegagalan orientalsme barat yang
menjadi tamparan keras bagi bangsa barat. Beliau menjelaskan bagaimana
orientalisme ini dilakukan dan untuk apa sebenarnya orientalisme ini dilakukan.
Penjelasan-penjelasan dari Edward ini membuat malu imperialism Barat atas apa
yang mereka rencanakan selam ini untuk memnuhi kepentingannya.
Walaupun dengan dikekangnya teori
orientlisme itu banyak mengundang simpati bahkan dari kaum muslimin untuk mempelajarinya
lebih dalam. Akhirnya muncullah pengikut-pengikut dari orientalis Barat itu
dari umat Islam. Mereka memiliki pemikiran yang hampir sama dengan guru-guru
mereka dan bahkan akan menjadi pionir pergerakan ideologinya untuk
menghancurkan Islam dari dalam. Kaum liberal atau lebih sering disebut dengan
Islam Liberal memiliki paham yang membebaskan segala cara untuk mencapai
sesuatu bahkan dalam ranah akidah. Menyalahi segala aturan-aturan yang sudah ada dan berasaskan kebebasan membabi buta.
Akhirnya apa yang harus kita ambil dan pelajari sebagi umat Islam adalah dengan mempelajari Al-Qur'an dengan cermat. Berdasarkan tuntunan ahlus sunnah. Kita tahu bahwa cukup ideologi Islam yang terbaik seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Ali Imron ayat 110. Jadi tidak sepantasnya kita menyalahi pemikiran pemikiran ini.
Allahu'alam bish-shawwab.
#Kuliahperadaban,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar