Kamis, 04 Agustus 2016


2. Ghazwul Fikr.  
25 Juli 2016\

 Akhir-akhir ini tidak sedikit serangan dilancarkan untuk membuat umat Islam lemah. Oleh karena itu umat islam sendiri harus mengetahui keadaan yang mengancam keberadaannya. Serangan dari berbagai pihak terutama pihak yang sangat memusuhi Islam, Barat. Baik dari pemikiran, fisik, maupun wilayah teritori umat Islam terus saja ditekan tanpa ampun untuk menyerah kepada mereka. Seakan tidak pernah puas untuk membuat Islam menyerah dan mengikuti semua tujuan kelompok mereka dan menjadikan umat Islam menjadi budak nafsunya. Seolah-olah lupa, mereka menghiraukan asas kemanusiaan yang mereka buat sendiri, HAM,  ketika berhadapan dengan umat Islam.

Berbagai cara dibuat untuk melemahkan kekuatan umat muslim di mata dunia ‘awam’ yang kini menjadi konsumen utama produk konspirasi mereka. dengan adanya budaya tak selektif ketika menerima suatu informasi, semakin mudah juga untuk meracuni pikiran mereka. Apalagi sekarang ini dengan dunia informasi yang sangat canggih pada segala pengetahuan entah itu benar atau tidak , bisa berada dalam genggaman. Keberhasilan mereka membuat kesimpang siuran informasi ini seharusnya membuat kita lebih teliti lagi akan apapun yang beredar di media.

Sebenarnya apa yang dilakukan apa yang dilakukan mereka itu bukan tidak beralasan, melainkan aktivitas yang membuat resah umat Islam itu dibuat karena banyak faktor yang melatar belakangi. Menurut sejarahnya ada beberapa faktor kenapa barat terus menekan umat Islam hingga nanti hari kiamat tiba. Faktor pertama yang menjadi alasan adalah hanya umat Islamlah yang memiliki kitab suci yang bertentangan dengan apa yang di bawa bangsa barat dengan trinitasnya. Seperti yang kita tahu bahwa umat Islam mempercayai bahwa hanya memiliki Tuhan yang satu yang tidak bisa beranak dan tidak diperanakan (Q.S. Al-Ikhlas). Kedua ketika umat memiliki perbedaan pandang maka akan timbul kontak fisik berupa peperangan. Untuk itu banyak yang akan menjadi korban jiwa berjatuhan selam semua itu terus berlanjut, dan lagi-lagi akan menyalahi aturan yang mereka buat sendiri (baca: HAM). Ketiga batas wilayah tempat tinggal akan menjadi sengketa dan saling diperebutkan sampai nanti kepuasan dari salah satu pihak. Hal itu juga akan menambah panjang daftar pelanggaran kemanusiaan. Dengan merenggut tempat tinggal apalagi yang akan mereka lakukan untuk merenggut nyawa dari kita umat Islam yang selalu didesak ini. Keempat kenapa bangsa barat terus saja membuat umat islam menjadi terdesak adalah karena sejarah pedih yang dimiliki mereka ketika umat Islam mencapai kejayaan walaupun saati itu umat Islam juga sangat memperhatikan keselamatan bagi mereka jika ada perjanjian damai sebelumnya. Tidak seperti sekarang yang walaupun sudah terjadi gencatan senjata tetapi dengan mudah mereka membatalkan dan melanjutkan aksi non-kemanusiaan itu.

Perbedaan pendapat yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari sebuah dasar pemikiran – ideologis – yang menjadi motif manusia untuk beraktivitas. Hal ini tidak hanya dalam ranah materialis atau perbendaan saja namun lebih dari itu yaitu falsafah hidup.

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi falsafah ketuhanan dan mengakui ada kekuatan besar yang mengatur semua yang ada di alam ini. Dengan kepercayaan yang kuat bahwa hanya ada satu tuhan yang mengatur dunia ini dan akan hancur dan tidak seimbang jika semua ini diatur beberapa pengatur. Dengan dasar ini sudah jelas terjadi perbedaan yang mendasar dari agama lain yang mengatakan ada tiga yang satu. Dasar itulah yang menjadikan Islam selalu berbeda dengan yang lain dan memang menjadi pembeda dan pelengkap.

Perbedaan demi perbedaan akan terus bermunculan dan akan mencapai puncaknya jika sudah dalam pertemuan. Perang pemikiran – Ghazwul Fikr – telah menjadi pembicaraan hangat diantara umat manusia sekarang ini bukan hanya dari golongan beragama namun juga dari pihak yang mengklaim bahwa dirinya tak beragama juga memunculkan pemikiran-pemikirannya yang meracuni. Perbedaan dasar pemikiran ini lama-kelamaan menjadi sebuah pertarungan nyata dunia nyata maupun dunia maya.

Perkembangan pesat di media informasi membuat perang pemikiran ini masuk dan menusuk sedikit demi sedikit ideologis yang semula kuat menjadi semu jika tidak diimbangi dengan kajian yang komprehensif. Untuk itu perlu penguatan proses pemikiran baik dari sendiri maupun dari kelompok yang menjadi sebab semua itu bisa terjadi. Media yang sudah tidak netral lagi menjadi musuh besar umat Islam dalam pengaburan isu yang beredar. Juga terkait dengan sifat umat Islam sekarang apalagi umat Islam Indonesia yang sampai sekarang bisa dibilang sebagai masyarakat yang gampang terpengaruh dengan informasi melalui media.

Semua cara yang dilakukan musuh Islam itu hanya semata-mata karena ketakutan mereka akan umat Islam jika balik memiliki kejayaannya kembali. Karena sesungguhnya umat Islam pernah menjadi pusat peradaban dunia sekitar abad pertengahan. Kejayaan itulah yang menjadikan pihak lain untuk mencari tahu apakah penyebab dari perkembangan umat Islam yang pesat pada saat itu. Pihak tersebut melihat Islam sebagai peradaban yang sangat maju pada zamannya. Dengan mempelajari semua sistem yang ada dalam upaya untuk menerapkan kembali di bangsanya sendiri. Pergerakan ini bisa kita sebut dengan gerakan orientalisme yang sebenarnya tujuan utama mereka adalah untuk memenuhi kebutuhan orang-orang imperialis barat. Dalam buku “Orientalisme” karangan Edward Wadie Said, seseorang yang memiliki ironi kehidupan dengan latar belakang yang paradox. Edward mengemukakan kegagalan orientalsme barat yang menjadi tamparan keras bagi bangsa barat. Beliau menjelaskan bagaimana orientalisme ini dilakukan dan untuk apa sebenarnya orientalisme ini dilakukan. Penjelasan-penjelasan dari Edward ini membuat malu imperialism Barat atas apa yang mereka rencanakan selam ini untuk memnuhi kepentingannya.

Walaupun dengan dikekangnya teori orientlisme itu banyak mengundang simpati bahkan dari kaum muslimin untuk mempelajarinya lebih dalam. Akhirnya muncullah pengikut-pengikut dari orientalis Barat itu dari umat Islam. Mereka memiliki pemikiran yang hampir sama dengan guru-guru mereka dan bahkan akan menjadi pionir pergerakan ideologinya untuk menghancurkan Islam dari dalam. Kaum liberal atau lebih sering disebut dengan Islam Liberal memiliki paham yang membebaskan segala cara untuk mencapai sesuatu bahkan dalam ranah akidah. Menyalahi segala aturan-aturan yang sudah ada dan berasaskan kebebasan membabi buta.
Akhirnya apa yang harus kita ambil dan pelajari sebagi umat Islam adalah dengan mempelajari Al-Qur'an dengan cermat. Berdasarkan tuntunan ahlus sunnah. Kita tahu bahwa cukup ideologi Islam yang terbaik seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Ali Imron ayat 110. Jadi tidak sepantasnya kita menyalahi pemikiran pemikiran ini.
Allahu'alam bish-shawwab.
#Kuliahperadaban,




Tidak ada komentar:

Posting Komentar