Judul
buku : Filsafat Ilmu (Perspektif
Barat dan Islam)
Pengarang : DR. Adian Husaini, et. al.
Tebal
buku : 292 (tidak termasuk halaman pendahuluan)
Penerbit
: Gema Insani
Buku yang disusun oleh pak Adian Husaini ini sejatinya
kumpulan artikel-artikel yang dari beberapa tokoh pemikiran Islam yang menjadi
rujukan para intelek-intelek muslim Indonesia. Pada buku yang satu ini secara khusus
dibahas tentang asal muasal dari senuah Ilmu. Menjelaskan perjalanan ilmu
hingga menjadi seperti sekarang ini.
Ilmu pengetahuan adalah suatu yang mutlak dan harus
dimiliki orang untuk bisa mengrmbangkan kemampuannya dalam banyak aspek
kehidupan Dalam perspektif barat, barat
sudah banyak membuat ilmu pengetahuan yang penting dan bermanfaat bagi
kehidupan manusia. Dalam pandangan Syed Muhammad Naquib Al-latas pengetahuan
barat sudah merusak ilmu pengetahuan secara mendasar. Ilmu pengetahuan Barat
dibuat berdasarkan tradisi dengan landasan filosofisnya yang merusak dasar
penurunan ilmu pengetahuan yaitu dari wahyu tuhan. Pengetahuan Barat hanya didasarkan
oleh rasionalitas pemikiran manusia dan sangat mengesampaikan aspek wahyu di
dalamnya.
Sejatinya dalam Islam terdapat rasionalitas dalam
berpikir. Namun, dalam menggunakan kapasitas dalam perspektif Islam tidak
memisahkan antara rasional dan penurunan wahyu, itulah yang disebut filsafat
Islam sekaligus yang membedakan dengan filsafat Barat.
Dalam ilmu filsafat terdapat secara khusus cabangnya
yang mempelajari tentang ilmu pengetahuan yaitu epistemologi. Dalam Islam
tentunya epistemogi juga dipelajari secara detail terkait dengan penurunan
perdana sampai tataran pembahasan detailnya. Dalam perspektif Islam ilmu
diprioritaskan untuk dikuasai. Hal ini terlihat ketika wahyu pertama-tama
turun. Wahyu pertama ini menjelaskan tentang urgensi ilmu pengetahuan untuk
memperbaiki kelayakan hidup manusia, melalui baca tulis. Dari surat Al-‘alaq
sampai surat Al-Qalam yang merupakan
wahyu yang pertama-tama turun membahas tentang pentingnya pengetahuan.
Ilmu dalam Islam itu adalah sebuah himbauan, petunjuk,
dan larangan oleh karena itu ilmu dalam Islam sudah sangat komprehensif. Menuntut
ilmu agama dalam Islam adalah fardhu ‘ain
yang harus dilakukan setiap individu. Tujuannya adalah untuk membentuk
pribadi-pribadi yang semakin taat ketika bertambah ilmunya. Hal ini juga
relevan dengan kenyataan yang terjadi sekarang yaitu ketika seseorang itu
mempelajari ilmu lain selain ilmu agama, ilmu pengetahuan misalnya, itu akan menjauhkan
dari Allah. Hal itu berbanding terbalik
dengan tujuan ilmu yang seharusnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar